Selasa, 16 Juli 2013

sosok naga yg misteri?

Sosok Naga Terfoto di Cina

Setelah berita tentang penampakkan sosok naga di Himalaya beberapa tahun lalu, penikmat misteri kembali disuguhkan sebuah foto yang menurut saya sungguh luar biasa. Sosok naga yang tertangkap kamera kali ini lebih fantastis daripada foto sepasang naga di Himalaya. 


One man from the town of Fuzhou in East China's Jiangxi Province claim that, on this picture you can see a flying dragon. Guan Mulin has documented the event by a camera on his mobile. "I drove home and suddenly I noticed that all the people on the street staring at the sky. I parked the car and checked what's going on. In the sky I saw a picture of two dragons, which flown among the clouds. It could also be one dragon and his tail that peeks out of the other clouds, "said Guan. An unusual phenomenon lasted several minutes, then the creature or thing in the sky suddenly disappeared.


Klik disini jika gambar rusak
Seorang pria dari Fuzhou Cina Timur Provinsi Jiangxi mengkalim bahwa gambar ini adalah gambar yang bisa Anda slihat sebagai seekor naga. Guan Mulin mendokumentasikan peristiwa itu lewat handphonenya. 
"Ketika aku sedang menyetir kembali ke rumah dan tiba-tiba mendapati orang-orang melihat langit. Saya memarkir mobil dan melihat apa yang terjadi. Di langit saya melihat sebuah gambar dua ekor naga, yang terbang diatas langit. Namun itu bisa saja seekor naga (obyek yang kedua adalah ekor) yang menyembul di sisi awan," kata Guan Mulin. Sebuah peristiwa yang aneh dan berlangsung beberapa menit, lalu sosok atau sesuatu tersebut tiba-tiba menghilang. 
Begitulah kata sumber yang saya dapatkan dari Above Top Secret yang TS nya mengambil dari sumber web berbahasa Sloven (klik disini). 
Well, gambar ini memang membuat takjub bagi yang melihatnya. Betapa besar tubuh sang naga jika dari jarak pengambilan gambar sejauh itu pun terlihat sedemikian besar.
Saya mencoba menganalisa secara sederhana foto milik Guan Mulin. 
Pertama, foto itu bukanlah dua ekor naga, tapi satu. Saya sepakat dengan pendapatnya salah seorang komentator yang menganalisanya di web Disclose.Tv


Coba bayangkan betapa panjang dan besarnya naga tersebut jika memang naga betulan. Ada beberapa poin penting dalam menyikapi gambar tersebut:
  1. Seekor naga sungguhan.
  2. Seekor naga hasil photoshop.
  3. Layang-layang.
  4. Project Blue Beam (ini kemungkinan yang paling berlebihan).
  5. Bulma memanggil Shenlong.
  6. Abaikan nomer 5. 
Member Disclose.TV rupanya sudah menganalisa gambar tersebut dengan sebuah software yang bernama Image Forgery Detector yang bisa kalian unduh secara gratis disini. Untuk bisa menganalisa gambar tersebut, kalian harus merubah gambarnya menjadi grayscale dan merubah Bit nya menjadi 8Bit.
Dan ketika gambar itu di tes dengan Image Forgery Detector, hasilnya sungguh mengejutkan.


Harap jangan senang dulu, sebab sekalipun software tersebut menunjukkan validation, tapi tidak berarti bahwa gambar tersebut seratus persen valid atau dengan kata lain jangan terburu-buru mengambil kesimpulan kalau naga di foto tersebut memang naga hidup.
Perhatikan komentator dari Above Top Secret :




There is a better an easier explanation than this one , what if the guy lied about his name,picture and everything else? Before thinking about Gangs bruce lee and all this crazyness you should consider the simple answer.. 
And i take back everything I said about that piece of crap software(Image forgery detector),,, not only that interface sucks but it also does not work and dont detect ANY forgery what so ever I tested it with an Image i photoshoped and that piece of crap software said it was valid, dont trust that software,,,,, 
Now about dragons and I know this for a fact im not trying to feed any Illusions here but there was a time when those creatures really existed, I dont know about the chinese dragon but the regular dragons yes they existed a long time ago this is a known fact.... But they are extinct now.
Karena sudah ada yang coba software itu dan hasilnya kurang bagus, jadi saya tidak perlu repot mencobanya. So, mari kita cari alternatif lain untuk mengetahuinya.
Menurut web Chinese Fortune Calendar.com, pada tanggal 4 Februari 2012 adalah tahun naga, tepatnya adalah naga air. Setiap tahun, di Cina mengadakan festival layang-layang, seperti Yangjiang Kite Festival dan Qingming Festival. Diantara bermacam-macam model layangan, model bentuk naga adalah yang paling terkenal. Seperti inilah bentuk-bentuk model layangan naga di Cina:












Sekarang, mari kita lihat kembali foto naga dari Guan Mulin.


Setelah saya cari-cari kesana kemari, ternyata tidak ada bentuk layangan naga sebesar dan semirip itu. Kalau bentuknya naga panjang tak bersayap seperti itu memang ada, tapi tidak ada yang sebesar "naga" dalam kamera ponsel Guan Mulin. Berikut adalah contoh layangan naga panjang yang tidak bersayap. Silahkan buka link disini untuk melihat videonya.



So, in my humble opinion, Guan Mulin's photo isn't a dragon kite. Karena ukurannya yang begitu  besar yang saya rasa tidak masuk akal untuk sebuah layangan. Layangan naga terpanjang berukuran 300 feet atau setara dengan 90an meter dan bentuknya sama sekali tidak mirip dengan sosok naga di foto Guan Mulin. Anda bisa melihat videonya disini. Weifang Kite Museum di Weifang, Cina, menyimpan layangan berbentuk naga dengan ukuran 350 meter dan bentuknya juga sama sekali berbeda dengan sosok naga Guan Mulin. 



Sedangkan layangan terbesar adalah Megabite buatan Peter Lynn dengan ukuran 55 x  22 meter, dan Mega Ray yang berukuran 150 x 72 meter. Untuk Mega Ray, kalian bisa melihatnya di link ini.

Megabite



Bagaimana jika foto naga Guan Mulin ternyata hasil Photoshop?
Nah ini yang menurut saya cukup sulit. Kesulitan pertama adalah karena gambar diambil dengan kamera hape. Kesulitan yang kedua, komputer saya adalah komputer yang jadul, nggak ada software seperti Photoshop (kecuali Photoscape), jadi nggak bisa melakukan ini itu dengan gambarnya. So, terpaksa saya comot gambar dari sini sana dengan tetap menyertakan sumbernya sebagai bentuk menghargai mereka yang sudah repot-repot menganalisanya dengan software. 

Mari kita coba bandingkan.

Ini adalah gambar asli





Dibawah ini adalah gambar yang sudah di naikkan kontras nya, dan brightnes diturunkan. Komentator Above Top Secret yang membuat gambar ini mengatakan kalau gambar tersebut penuh dengan pixelation dan artifak berformat jpeg. Sumber : klik disini.


Dan memang beberapa orang yang menganalisa gambar tersebut di Indonesia Mystery Forum mempertanyakan kenapa pada kepala naga terdapat pixelation, seolah gambar naga tersebut memang hoax. 



Tapi, jika kita cermati, pixelation tersebut juga terjadi di beberapa tempat seperti yang sudah saya tandai. 
Satu hal yang menguatkan bahwa Guan Mulin telah berbohong adalah, dia mengatakan bahwa sebelum memotret naga tersebut, dia melihat banyak orang melihat ke atas. Tapi pada foto tersebut, tidak nampak keramaian. 

Namun, bukti hoax tersebut (mungkin) bisa dipatahkan karena foto tersebut lebih fokus kepada sosok naga, sedangkan pada bagian pemukiman penduduk gambarnya cukup out of frame. Dan sekali lagi, gambar di foto dengan kamera hape. 

Tapi ada beberapa kejanggalan juga lho : 

  1. Naga sebesar itu kenapa tidak sampai dimuat di TV?
  2. Bagaimana bisa makhluk sebesar itu tiba-tiba menghilang? (Perhatikan pengakuan Guan Mulin)  

Anehnya, gambar tersebut ternyata termasuk Picture of The Day web Telegraph.UK. Dan Telegraph .UK tentu bukanlah web sembarangan. Silahkan klik disini.

Tapi bisa juga, kan kalau gambar tersebut ternyata memang hasil photoshop yang canggih dengan mencomot makhluk yang bernama Proteus Anguinus sebagai model seperti yang sudah dicontohkan komentator Above Top Secret. Klik disini untuk sumber. Berikut adalah beberapa gambar Proteus Anguinus: 




Tapi itu juga belum bisa dipastikan kalau foto Guan Mulin hasil Photoshop. Di Jiangxi (di provinsi Guan Mulin memotret naga), ada sebuah daerah bernama The Dragon and The Tiger Mountain yang videonya bisa Anda lihat disini. Mungkin saja daerah tersebut menyimpan sebuah Urban Legend yang memang ada. Karena nyatanya, di Cina memang negara yang sangat identik dengan naga. Bahkan beberapa rekaman benda misterius yang panjang dan seolah hidup juga terekam di Cina. Silahkan klik link-link dibawah ini:

Senin, 08 Juli 2013

Gudangnya Cerita

Kamis, 21 Juni 2012

Asal Mula Sniper

Adalah burung snipe. Burung berbulu cokelat berbintik aneka warna ini memiliki bentuk sangat kecil, lincah, gesit, dan banyak ditemukan di rawa-rawa daratan Skotlandia serta Inggris. Saking lincahnya, burung ini sangat sukar untuk dijadikan sebagai sasaran tembak sehingga setiap orang yang dapat menembak jatuh burung snipe akan dianggap sebagai ahli menembak. Dengan demikian, perburuan terhadap burung ini merupakan sebuah ajang unjuk kehebatan menembak. Inilah awal mula dari kata sniper atau penembak jitu.
  
Pada akhir abad ke-18 ungkapan sniper sering disebut dalam surat-surat yang dikirim ke rumah oleh orang-orang Inggris yang bertugas di India. Pada abad ke-19, kata sniper digunakan secara umum untuk menyebut seseorang yang mahir dalam olah raga menembak. Istilah sniper juga dipakai untuk mendefinisikan seseorang yang mahir dalam melakukan pembunuhan dengan menggunakan senapan laras panjang. Dalam perkembangannya, kata sniper merujuk pada seorang prajurit tempur yang bertugas untuk membidik dan menumbangkan targetnya.

Dalam hal ini, tugas seorang prajurit sniper sangat berbeda dari prajurit infanteri lain. Pada masa Perang Dunia, sniper mengacu pada seseorang yang mampu menembak musuhnya dari jarak jauh. Ia, sang sniper, bersembunyi sedemikian rupa agar tidak diketahui posisinya hingga memudahkan tugasnya untuk membunuh musuh atau memukul mundur barisan musuh yang hendak melakukan penyerangan. Tentu saja, dalam menjalankan tugas seorang sniper membekali dirinya dengan senapan yang akurat dan perlengkapan lain yang memadai.

Selain keahlian menembak, seorang sniper juga harus memiliki kemampuan menyamarkan diri sehingga posisinya tidak diketahui musuh. Tuntutan kerahasiaan ini merupakan konsekuensi logisdari tugasnya yang penuh risiko. Di sebuah medan pertempuran, sering kali seorang sniper diturunkan sendirian atau dalam kelompok berjumlah dua orang dan harus menyusup jauh hingga ke balik garis pertahanan musuh. Dalam kondisi semacam ini, kamuflase adalah hal penting karena selain untuk menjamin keberhasilan misi, kamuflase juga sangat berperan dalam menjamin nyawa prajurit sniper bersangkutan.

Kematangan ketenangan, kecermatan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan emosi juga merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang sniper. Bagi para sniper, medan pertempuran bukanlah peristiwa kolektif. Bagi para sniper, pertempuran selalu merupakan peristiwa personal yang penuh dengan emosi. Dalam hal ini, keberanian saja tidak cukup karena terkadang seorang sniper menemukan dirinya harus membunuh musuh yang berada dalam posisi tidak berdaya. Lebih dari itu, seorang sniper juga dituntut untuk dapat membunuh musuh dengan santai, relaks, dan tanpa tekanan. Ia harus memilih target secara cermat dan harus mampu mengontrol kualitas emosinya sebab ia akan melihat wajah-wajah orang yang telah dibunuhnya. Ringkasnya, seorang sniper harus mempunyai kekuatan mental-psikologis yang memadai.

Kisah Sersan Hathcock, seorang legenda di kalangan Marinir AS, barangkali dapat diajukan sebagai contoh menarik dari tekanan emosional-psikologis yang harus dihadapi para sniper di medan pertempuran. Dalam sebuah tugas di Vietnam, Hathcock terpaksa membunuh seorang anak kecil karena anak tersebut menyembunyikan senapan AK 47[1] di antara wadah bambu khas Vietnam yang biasanya digunakan sebagai penyimpan makanan. Ditengarai sebagai kurir, Hathcock dengan senapan M2HB[2] modifikasi menembak ban sepeda yang dikayuh anak kecil tersebut. Usai anak tersebut bangkit akibat terpelanting, Hathcock menghancurkan dada anak kecil tersebut dengan senapan modifikasinya dari jarak sejauh 2.286 meter.

Tentu saja, emosi akan membekaskan kesan mendalam sepanjang kehidupan sang sniper. Bukan saja melihat wajah-wajah orang yang telah dibunuhnya, seperti Hathcock yang dengan kesadaran militernya membunuh seorang bocah Vietkong, namun terkadang para sniper juga harus bisa mengendalikan emosinya ketika menyaksikan mitra satu-satunya di medan pertempuran jatuh menjadi korban. Dalam keadaan semacam ini, bertindak gegabah untuk segera membalas dendam kematian kawan merupakan kesalahan fatal yang berakibat terungkapnya tempat persembunyian dan terbongkarnya penyamaran sehingga ia sendiri bisa terbunuh dan misinya gagal.

Namun demikian, tekanan psikologis seperti di atas masih ditambah dengan tudingan miring yang sering dialamatkan pada para sniper, bahkan tudingan ini diberikan bukan oleh musuh namun oleh rekan-rekan dari kesatuan lain. Sebagai seorang prajurit yang harus sering bersembunyi ketika menjalankan tugas, para sniper sering kali dianggap sebagai pengecut. Ini belum menghitung tudingan sebagai pembunuh yang sering dialamatkan pada prajurit sniper, bahkan dalam beberapa kata kerja snipping disamakan dengan kata “membunuh.” Tudingan dan terminologi semacam ini jelas tidak menguntungkan bagi para prajurit sniper profesional yang rela bekerja keras untuk membela bangsanya, bahkan terkadang harus mengorbankan jiwanya.